Do’a yang sia-sia


لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ(١٤)وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ(١٥)

Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari. (QS. Ar-Ra’du :14-15)

Aku terhenyak membaca ayat ini… lalu merenung, mempertanyakan do’a-do’a yang kupanjatkan, baik dalam shalat maupun berdo’a pada saat tertentu…

Awalnya ku yakin Allah pasti mengabulkan semua do’a hamba-Nya. Tiada yang akan sia-sia dalam berdo’a dan ibadah. Hanya dalam pengabulannya menurut imam Nawawi dalam riyadlus shalihin bisa dengan tiga jalan,

Pertama, Allah mengabulkan do’anya secara langsung begitu selesai dia sampaikan sesuai dengan permohonannya.

Kedua, ditunda sampai Allah menghendaki untuk mengabulkannya pada saat dia sangat membutuhkan, misalnya ketika tertimpa bahaya yang tidak disangka-sangka.

Ketiga, ditangguhkan sampai datang Hari Kiamat sebagai catatan amalnya yang dapat menyelamatkannya dari api neraka serta meringankan mizan kejelekannya.” (hlm.375)

Do’a yang sia-sia itu ibarat mengambil air dengan tangan terbuka untuk menghilangkan dahaga. Sebelum sampai ke mulutnya tiada air yang tersisa, maka dahaga-pun mustahil sirna…

Ya… memang suatu yang sia-sia, bahkan orang yang melihatnya mungkin akan berkomentar “bahlul” alias dungu… Na’udzubillah….

Menurut Al-Qurthuby; “perumpamaan Allah pada ayat ini, karena biasanya orang arab mengumpamakan orang yang melakukan sesuatu dengan cara yang mustahil mendapatkan hasilnya ialah seperti orang yang memegang air dengan tangannya.”

Syaqiq Al-Balkha meriwayatkan, pada suatu hari Ibrahim Bin Adham -seorang ulama sufi sedang menelusuri pasar Bashrah. Orang-orangpun berkerumun mengitarinya ingin menanyakan masalah agama kepadanya. Mereka bertanya tentang firman Allah SWT; UD’UNI ASTAJIB LAKUM. (Berdo’alah kalian kepada-Ku, pasti Aku kabulkan).

Mereka berkata; “Kami sudah cukup lama berdo’a, tapi do’a itu tidak terkabul juga.”
Mendengar penuturan mereka, Ibrahim Bin Adham berkata;

“Hati kalian telah mati dari sepuluh hal,

(1) Kalian meyakini Allah SWT, tapi kalian tidak menunaikan hak-hak-Nya,

(2) Kalian membaca Kitab Allah, namun kalian tidak meng-amalkannya,

(3) Kalian mengaku memusuhi iblis, namun kalian meng-ikuti jejaknya,

(4) Kalian mengaku mencintai Rasul, namun kalian me-ninggalkan atsar dan Sunnahnya,

(5) Kalian mengaku mencintai surga, namun kalian tidak beramal untuk surga,

(6) Kalian mengaku takut neraka, namun kalian tidak berhenti dari dosa,

(7) Kalian mengaku bahwa maut pasti tiba, namun kalian tidak mempersiapkan diri,

(8) Kalian sibuk membicarakan cela orang lain, namun kalian melupakan cela diri sendiri,

(9) Kalian menikmati rizqi Allah, namun kalian tidak mensyukurinya,

(10) Kalian mengubur orang mati, namun kalian tidak mengambil pelajaran darinya.”

(Nasha-ihul ‘Ibad No. 211)

Al-Hasan menyatakan: “Karena sesungguhnya Allah itu Maha Benar (Al-Haq), maka berdo’a kepada-Nya pun sejatinya do’a yang benar.”

BEBERAPA KEISTIMEWAAN BULAN SYAWAL

Baru saja kita melewati bulan Ramadhan dan sekarang sudah berada di bulan Syawal, bulan ke sepuluh dalam penanggalan hijriyah. Nyaris tidak ada penyambutan terhadap datangnya bulan Syawal, berbeda dengan ketika  menyambut Ramadhan, biasanya kita mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan. Tetapi untuk bulan Syawal tidak pernah kita mendengar orang mengucapkan Marhaban Ya Syawal. Padahal, Syawal juga bulan istimewa dan memiliki banyak keutamaan, inilah beberapa keistimewaan bulan Syawal.


1. Bulan Kembali Ke Fitrah

Syawal adalah bulan kembalinya Umat Islam kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Paling tidak, tanggal 1 Syawal Umat Islam "kembali makan pagi" dan diharamkan berpuasa pada hari itu.

Ketibaan Syawal membawa kemenangan bagi mereka yang berjaya menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadhan. Ia merupakan lambang kemenangan Umat Islam hasil dari "peperangan" menentang musuh dalam jiwa yang terbesar, yaitu hawa nafsu.

2. Bulan Takbir

Tanggal 1 Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri, seluruh Umat Islam di berbagai belahan dunia mengumandangkan takbir. Maka bulan Syawal pun merupakan bulan dikumandangkannya takbir oleh seluruh Umat Islam secara serentak, paling tidak satu malam yakni begitu malam memasuki tanggal 1 Syawal alias malam takbiran, menjelang shalat Idul Fitri.

Kumandang takbir merupakan ungkapan rasa syukur atas keberhasilan ibadah Ramadhan selama sebulan penuh. Kemenangan yang diraih itu tidak akan tercapai kecuali dengan pertolonganNya. Oleh karena itu Umat Islam pun memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tasbih. "Dan agar kamu membesarkan Allah subhanahu wata'ala atas petunuk yang Ia berikan kepadamu dan agar kamu bersyukur atas nikmat-nikmat yang telah diberikan." (QS al-Baqarah: 185)

3. Bulan Silaturrahim

Dibandingkan bulan-bulan lainnya, pada bulan inilah Umat Islam sangat banyak melakkukan amaliah silaturrahim, mulai mudik ke kampung halaman, saling bermaafan dengan teman atau tetangga, halal bihalal, kirim pesan atau telepon, dan lain-lainnya. Betapa Syawal pun menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah subhanahu wata'ala karena Umat Islam menguatkan tali silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah.

4. Bulan Ceria

Syawal adalah bulan penuh ceria. Di Indonesia bahkan identik dengan hal yang serba baru misalnya baju baru, sepatu baru, perabot rumah tangga baru, dan lain-lain. Orang-orang bersuka cita, bersalaman, berpelukan, bertangis bahagia, mengucap syukur yang agung, meminta maaf, memaafkan yang bersalah.

Begitu banyak do'a terlempar ke udara, begitu banyak cinta kasih saling diberikan antar seluruh umat manusia. Aura maaf tersebar di seluruh penjuru bumi, nuansa peleburan dosa, nuansa pencarian makna baru dalam hidup.

5. Puasa Satu Tahun

Amaliah yang ditentukan Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam pada bulan Syawal adalah puasa sunnah selama enam hari, sebagai kelanjutan puasa Ramadhan. "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, berarti ia telah berpuasa setahun penuh." (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah)

6. Bulan Nikah

Syawal adalah bulan yang baik untuk menikah. Hal ini sekaligus mendobrak khurafat, yakni pemikiran dan tradisi jahiliyah yang tidak mau melakukan pernikahan pada bulan Syawal karena takut terjadi malapetaka. Budaya jahiliyah itu muncul disebabkan pada suatu tahun, tepatnya bulan Syawal, Allah subhanahu wata'ala menurunkan wabah penyakit sehingga banyak orang mati termasuk beberapa pasangan pengantin. Maka sejak itu, kaum jahiliyah tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal.

Khurafat itu didobrak oleh Islam. Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam menunjukkan sendiri bahwa bulan Syawal baik untuk menikah. Sayyidatuna 'Aisyah radhiallohu'anha menegaskan, "Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam menikahi saya pada bulan Syawal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawal, maka siapakah dari istri Beliau shollallohu 'alaihi wasallam yang lebih beruntung daripada saya?" Selain dengan Siti 'Aisyah radhiallohu'anha, Rasul shollallohu 'alaihi wasallam juga menikahi Ummu Salamah radhiallohu'anha juga pada bulan Syawal. Menurut Imam an-Nawawi hadits tersebut berisi anjuran menikah pada bulan Syawal dan menolak tradisi jahiliyah dengan menganggap bahwa menikah pada bulan Syawal tidak baik.

7. Bulan Peningkatan

Inilah keistimewaan bulan Syawal yang paling utama. Syawal adalah bulan "peningkatan" kualitas dan kuantitas ibadah. Syawal sendiri secara harfiyah artinya peningkatan, yakni peningkatan ibadah sebagai hasil training selama bulan Ramadhan. Umat Islam diharapkan mampu meningkatkan amal kebaikannya pada bulan ini, bukannya malah menurun atau kembali ke "watak" semula yang jauh dari Islam, na'udzubillah.

8. Bulan Pembuktian Taqwa

Inilah makna terpenting bulan Syawal. Setelah Ramadhan berlalu, pada bulan Syawallah "pembuktian" berhasil atau tidaknya ibadah Ramadhan, utamanya puasa yang bertujuan meraih derajat taqwa.

Jika tujuan itu tercapai, sudah tentu seorang Muslim menjadi lebih baik kehidupannya, lebih shaleh perbuatannya, lebih dermawan, lebih bermanfaat bagi sesama, lebih khusu' ibadahnya, dan seterusnya. Paling tidak, semangat beribadah dan dakwah tidak menurun setelah Ramadhan.

۞آمين ياالله يَا رَبَّ العَالَمِينْ.۞

Momentum Anak anak Yatim Buka Bersama Di Kedai Das Kopi

Kedai Das Kopi
Tunas Regency

Setelah sekian lama tidak mengikuti atau menghadiri undangan Buka Bersama akhirnya pada Hari Rabu Tanggal, 12 April 2023 tepatnya 21 Ramadhan 1444 H mendapatkan undangan Buka Bersama di Kedai Das Kopi milik Donatur Tetap Yayasan Hikayat Batam Kepri Yakni Bapak Davit Tambun & Ibu Ira dalam rangka Syukuran atas berbagai nikmat yang Alloh berikan kepada beliau sekeluarga sepulangnya beliau melaksanakan Ibadah Umrah ke Tanah Suci Mekkah Al Mukarromah dan atas selesainya Renovasi Kedainya.

Momentum Buka Bersama ini dibuka oleh Abah Hadi Nasuloh selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan Kultum menjelang Buka Puasa oleh Al Mukarom Al Ustadz KH. Dudun Sulaeman Jamal Imam Masjid Muhammed Raffi Al Muttaqien Perum Multi Cipta Land Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan Sekupang, sekaligus beliau adalah Dewan Penasehat Yayasan Hikayat Batam Kepri dan Juga Sekjen HAMIDA (Himpunan Alumni Miftahul Huda) Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Setelah mendengarkan Kultum dan Doa terdengarlah Gema Adzan Maghrib berkumandang dimana mana terlebih gema adzan dari Masjid Kebanggan kita yakni Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, dan semua anak anak yatim dan hadirin serta keluarva besar Das Kopi turut mencicipi iftar atau menu hidangan pembuka yang sudah tersedia. 

Santunan Anak Yatim

Seusai melaksanakan Sholat Maghrib seluruh hadirin, anak yatim dan seluruh keluarga Das Kopi langsung menyantap Hidangan masakan Das Kopi yang sudah disediakan dengan berbagai macam varian Menu Makanan yang disediakan oleh Ibu Ira beserta keluarga untuk menjamu hamba hamba Alloh yang berpuasa, setelah selesai menyantap hidangan anak anak yatim dikumpulkan dan berbaris untuk menerima santunan kesayangan dari Bapak David & Ibu Ira, anak anak itupun dengan senang dan bahagianya menerimanya.

آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

"Semoga Alloh memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu"

Semoga kebaikan Keluarga Bapak Davit & Ibu Ira dilipatgandakan pahalanya oleh Alloh SWT, diberikan rezeki yang penuh barokah berlimpah ruah keluarga sakinah mawadah warahmah dengan keturunan yang Sholeh Sholehah dan diberikan kesehatan lahir maupun batin sehingga bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah ketanah suci Mekkah Al Mukaromah dan ziarah ke makam Baginda Nabi Muhammad SAW di Madinah Al Munawwarah

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Yaa Alloh, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula  kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201).

آمين يَا رَبَّ العَالَمِينْ

جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَجَزَاكُمُ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاءْ فِى الدُّنْيَا وَالْأَخِرَاةِ

بَارَكَ اللّٰه فِيْكُمْ

وَالله اعلم بالصواب

و‌َالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Salam Takdzim

Khodimul Aytam

Yayasan Hikayat Batam Kepri - Bilyatimi Peduli Nusantara

(Himpunan Kesejahteraan Anak Yatim dan - Baitul Maal Yatim Indonesia)



Abah Hadi Nasruloh

POSTINGAN TERBARU

KHUTBAH JUM'AT | "BULAN SYA'BAN LANGKAH MENUJU RAMADLAN"

"BULAN SYA'BAN  LANGKAH MENUJU RAMADLAN" اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّ...

PALING POPULER

POSTINGAN POPULER