SHAUM DAN BULAN ROMADHON BAGIAN KE -2

SHAUM DAN BULAN ROMADHON 

Bag. Ke-2

OLEH : KH. RIDWAN [BANDUNG]

Tentang : 

a. Syarat wajib berpuasa 

b. Syarat sah berpuasa 

c. Rukun berpuasa 


2.1. Syarat Wajib Berpuasa 

  1. Beragama Islam
  2. Baligh dan berakal 

Artinya : 

a. Anak-anak yang belum baligh, belum wajib berpuasa tetapi apabila kuat  mengerjakannya, boleh diajak berpuasa sebagai latihan.

b. Berakal = tidak gila  

   3. Suci dari Haid atau Nifas (ini semua bagi wanita) 

   4. Kuasa atau mampu (bukan orang yang sakit atau tua renta yang tidak kuat berpuasa)

Catatan : 

  • Tanda baligh ada 3, yaitu :  

  1. Laki-laki atau perempuan  telah berumur 15 tahun, atau,
  2. Telah mimpi basah (jima) walau baru berumur sekurang-kurangnya 9 tahun.
  3. Pada wanita karena telah keluar darah haid sekurang-kurangnya berumur 9 tahun 

2.2. Syarat Wajib Berpuasa 

  1. Beragama Islam.
  2. Tamyiz (Yaitu bisa membedakan hal yang baik dan buruk) atau (bukan terlalu anak-anak bukan juga orang gila).
  3. Suci dari Haid dan Nifas (khusus bagi wanita).
  4. Tidak pada hari-hari yang dilarang berpuasa (seperti hari Raya Iedul fitri, iedul Adha, hari-hari tasyrik, dll)

2.3. Rukun Berpuasa 

(Rukun puasa yaitu sesuatu yang bila ditinggalkan maka puasanya batal)

Rukun puasa ada 2 (dua), yaitu : 

1. Niat

(Yaitu menyengaja untuk berpuasa) 

Dari Siti Hafsah Ummul Mu'minin, Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barangsiapa yang tidak menetapkan Niat sebelum fajar sidiq, maka tidak ada puasa baginya" (H.R. Al-Khomsah)

2. Meninggalkan segala yang membatalkan puasa mulai dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (waktu maghrib)

Keterangan : 

  • Untuk puasa wajib, Niat dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar atau kira-kira maksimal sampai waktu imsak.
  • Boleh ditambah Berniat puasa untuk 1 bulan penuh, dengan mengikuti ke Imam Maliki, dengan tujuan apabila lupa niat 1 malam atau lebih maka puasanya sah

Contoh niatnya : "niat saya puasa romadhon satu bulan penuh, fardlu karena Alloh Ta'ala, taqlid kepada Imam Maliki"

  • Untuk puasa sunat boleh dilakukan di pagi hari, asalkan belum makan dan minum 

Referensi : 

  1. Kitab : Assafiinatunnija
  2. Fathul Mu'in 
  3. Trjm Fathul Mu'in hal. 608
  4. Ilmu Fiqih Islam Lengkap hal. 327-328

Tambahan : 

  1. Semoga bermanfaat,
  2. Yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya, sedangkan bila ada yang salah adalah dari saya, untuk itu mohon maaf lahir dan bathin, serta ditunggu saran dan koreksinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN TERBARU

KHUTBAH JUM'AT | "BULAN SYA'BAN LANGKAH MENUJU RAMADLAN"

"BULAN SYA'BAN  LANGKAH MENUJU RAMADLAN" اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّ...

PALING POPULER

POSTINGAN POPULER