PUASA / SHAUM DAN BULAN RAMADHAN BAG KE - 7 TAMAT

Puasa / Shaum dan Bulan Romadhon 

(TAMAT)

Bagian Ke-7

Oleh : KH. Ridwan)

Bahasan : 

Diantara Rahasia dan Hikmah yang Terkandung di dalam Puasa dan Romadhon

01. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup 

Rosululloh SAW bersabada :"Bila Bulan Romadhon tiba maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syetan dibelenggu ...." (dari Hadits Abu Hurairah) 

02. Syetan Sulit Masuk Kepada Orang Yang Berpuasa 

Rosululloh SAW bersabda : "Sesungguhnya syetan masuk (berjalan) melalui pembuluh darah anak Adam, tatkala anak Adam lapar (Puasa) maka sulitlah bagi syetan untuk masuk ke dalamnya (berjalan diantara pembuluh-pembuluh darah) tersebut" (dari Hadits Siti Aisyah RA) 

03. Mencerdaskan Otak dan Menghilangkan Dahak 

Sayyidina Ali Karomalloohu wajhah berkata :" 3 hal bila dilakukan akan menambah kecerdasan otak dan Menghilangkan dahak,  yaitu  : 

  1. Siwak (gosok gigi)
  2. Puasa
  3. Membaca Al-Qur'an"

(Demikian dalam kitab Nashooihul 'Ibad)

04. Do'a Mustajab, Sedekah Diterima, Kebaikan dilipatgandakan, dan Adzab Tertolak.

Diterima dari Jabir, dari Rosululloh SAW beliau bersabda : "Jika tiba malam terakhir pada bulan Romadhon maka nangislah seluruh :  langit, bumi, dan para malaikat, (aduh) musibah bagi bagi umat Nabi Muhammad SAW. 

Rosululloh SAW ditanya : "Musibah apa itu" , Rosululloh SAW menjawab : "(musibah itu adalah karena)  perginya Romadhon, karena pada Bulan Romadhon :

  1. Do'a Mustajab (dikabul) 

Sedekah makbul 

3. Amal kebaikan dilipat-gandakan (pahalanya) 

3. Adzab (siksa) diangkat

(Kitab Durrotunnaashihiin : 12) 

05. Kehebatan Do'a Orang yang Berbuka Puasa

Rosululloh SAW bersabda : "Sesungguhnya untuk orang yang berpuasa, di waktu buka puasanya, do'anya tidak akan ditolak" (Akhrojahu Al-Baihaqie dari Abdullah bin Amr) 

06. Puasa Itu Menyehatkan Tubuh 

Jika ingin sehat, maka rajinlah berpuasa, apalagi puasa Romadhon 

Sabda Rosululloh SAW : "Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat" (Trjm Fathul Mu'in : 608

07. Menjauhi Sumber Kejelekan 

Sebagaimana Rosululloh SAW bersabda : "Pokok pangkal kejelekan adalah soal makanan", baik itu kejelekan penyakit atau  perebutan kekayaan, terjadinya perkelahian atau peperangan 

08. Mendidik diri untuk taat dan sabar

09. Dekat dengan Alloh, jauh dari godaan syetan, karena syetan susah masuk kepada orang yang bepuasa 

10. Mendidik mukmin berperangai luhur (mulia) dan dapat mengontrol hawa nafsu 

11. Dapat memguasai diri,  mudah untuk menjalankan/berbuat kebaikan, dan (dapat)  meninggalkan segala yang dilarang oleh Alloh SWT 

12. Memegang amanat dengan baik dan teguh 

13. Menyuburkan rasa syukur terhadap Alloh atas segala nikmat-Nya

14. Akan mampu merasakan penderitaan orang lain, menanamkan rasa cinta kasih khususnya terhadap orang fakir dan miskin, makanya tak heran dia akan gemar memberi, menjadi dermawan dan suka menolong terhadap sesama

Sumber Bacaan : 

  1. Kitab As-Safiinatunnaja (Safinah) 
  2. Kitab Ad-Du'aul Muyassar, hal. 22
  3. Ilmu Fiqih Islam Lengkap 
  4. Kitab Durrotunnaashihiin, hal. 7 -14 
  5. Kitab Fathul Mu'in
  6. Trjm Fathul Mu'in, hal. 608 - 609.
  7. Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, Juz I, hal 231 - 232 

Catatan  : 

  1. Semoga bermanfa'at 
  2. Yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya.
  3. Mohon maaf bila ada yang salah; serta saran, kritik, dan  koreksi demi perbaikan, sangat kami tunggu dan harapkan
  4. Alloohummaghfir lii walakum 

PUASA/SAUM DAN BULAN ROMADHAN BAGIAN KE 6

KH. RIDWAN
(Bandung)

PUASA/SAUM DAN 

BULAN ROMADHAN 

Bagian Ke-6

Oleh : KH. Ridwan (Bandung)

Bahasan : 

  • Rahasia dan Keutamaan yang Ada dalam Puasa dan Bulan Romadhon

BEBERAPA RAHASIA DAN KEUTAMAAN YANG ADA DALAM PUASA DAN BULAN ROMADHON 

6.1. PUASA ITU 1/4 IMAN

Sebagaimana sabda Baginda Rosululloh SAW : "Bahwa puasa itu 1/2 dari sabar" (dari Hadits Abu Hurairah) dan "Bahwa sabar itu adalah 1/2 dari iman" (HR Abu Nuem dari Ibnu Mas'ud)

Puasa itu 1/2 dari sabar, dan sabar 1/2 dari iman, jadi kesimpulannya  (Puasa itu 1/4 dari Iman)

6.2. ALLOH SENDIRI YANG TAHU AKAN BALASAN IBADAH PUASA

Dalam sebuah hadits Qudsi Rosululloh SAW bersabda :

"Bahwa Alloh SWT berfirman : "Setiap kebaikan dibalas 10 sampai dengan 700 kali lipat, kecuali puasa,  aku sendiri yang akan membalasnya. (dari hadits Abu Hurairah)

6.3. MULUT ORANG YANG BERPUASA

Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dibanding minyak kasturi (minyak kasturi adalah minyak wangi dari surga yang sangat harum).

Sebagaimana hadits Baginda Rosululloh SAW : "Demi Dzat yang dimana jiwaku berada dalam genggaman-Nya, bahwa bau mulut orang yang berpuasa di sisi Alloh, lebih harum dibanding minyak kasturi ..."

6.4. PINTU KHUSUS DI SURGA BAGI YANG BERPUASA

Ada pintu masuk ke surga khusus bagi yang berpuasa, yaitu Pintu Royyan, Baginda Rosululloh SAW bersabda : "Untuk memasuki surga ada yang disebut pintu Royyan, tidak masuk ke dalamnya kecuali orang-orang yang berpuasa, yang telah dijanjikan oleh Alloh SWT untuk menemui-Nya sebagai balasan ibadah puasanya" (dari hadits Sahl bin Sa'ad)

6.5. DUA KEGEMBIRAAN BAGI YANG BERPUASA 

Ada 2 (dua) kegembiraan bagi yang berpuasa, yaitu : 

Sebagaimana Baginda Rosululloh SAW bersabda : "Bagi yang berpuasa diberikan 2 (dua)  kegembiraan, yaitu  kegembiraan waktu berbuka dan waktu bertemu dengan Tuhan-nya". (dari hadits Abu Hurairah)

6.6. TIDUR ORANG YANG BERPUASA 

Tidur orang yang berpuasa itu ibadah, sebagaimana sabda  Baginda Rosululloh SAW : "Tidurnya orang yang berpuasa itu ibadah. (Riwayat Amāli bin Mundah dari Mughirah)


Referensi : 

  • Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin,  Juz I, hal 231 - 232 

Catatan : 

  • Yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya sedangkan bila ada yang salah maka itu dari saya, untuk itu mohon maaf lahir dan bathin.
  • Saran, koreksi dll demi perbaikan broadcast ini, sangat kami harapkan

SHAUM / PUASA & BULAN RAMADHAN BAG KE -5

KH. RIDWAN
(Bandung)

SHAUM / PUASA & BULAN RAMADHAN BAG KE -5

Bahasan : 

  1. Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa Tapi Wajib Meng-Qodho.
  2. Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa, Tidak Wajib Meng-Qodho Tapi Wajib Bayar Fidyah

5.1. Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa Tapi Wajib Meng-Qodho

  1. Orang yang sakit, jika berpuasa akan mudarat (masalah) baginya atau akan lama sembuhnya.
  2. Orang yang bepergian jauh (musafir) sedikitnya berjarak 81 KM.
  3. Wanita yang sedang hamil, yang dihawatirkan  mudarat baginya dan bagi bayi yang dikandungnya.
  4. Wanita yang menyusui, yang dihawatirkan mudarat baginya dan bagi bayi yang disusuinya.
  5. Wanita yang sedang haid, nifas, atau melahirkan (bahkan kelompok ini wajib membatalkan puasanya).
  6. Orang yang batal puasanya karena sesuatu sebab yang membatalkannya 

5.2. Orang Yang Boleh Meninggalkan Puasa, Tidak Wajib Meng-Qodho Tapi Wajib Bayar Fidyah

  1. Orang yang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh.
  2. Orang yang lemah karena udzur (alasan tertentu) atau sudah tua-renta

Keterangan : 

- Di dalam Kitab Fathul Mu'in, wanita yang menyusui atau wanita yang hamil, tidak perlu meng-Qodho puasa akan tetapi wajib bayar fidyah 

  • Fidyah adalah : harta benda yang dalam kadar (ukuran) tertentu wajib diberikan kepada orang miskin sebagai pengganti ibadah yang ditinggalkan (menurut : BAZNAS).
  • Besaran satu Fidyah adalah : Sesuai ukuran porsi makan seseorang secara umum Atau (675 gram beras plus lauk pauknya).
  • Yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya sedangkan bila ada yang salah maka itu dari saya, mohon maaf lahir dan bathin astaghfirulloohal adziim 

Sumber Bacaan  : 

  1. Kitab Fathul Mu'in, hal. 57.
  2. Ilmu Fiqih Islam Lengkap, hal. 335 - 338.
  3. Trjm Fathul Mu'in, hal. 642 - 644.
  4. Fiqih Islam, hal. 220 - 240

SHAUM/PUASA dan BULAN ROMADHON BAG 4

(Oleh : KH. Ridwan)

SHAUM/PUASA dan BULAN ROMADHON Bagian Ke-4

1. Sunat-Sunat Puasa

2. Yang Makruh Dalam Puasa 

4.1. Sunat-Sunat Dalam Puasa 

            Apa itu sunat?, sunat adalah segala sesuatu yang bila dilaksanakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan maka tidak berdosa 

            Inilah SUNAT-SUNAT dalam puasa, diantaranya  : 

1. Makan sahur 

2. Mengakhirkan makan sahur 

3. Segera berbuka puasa bila sudah masuk waktu maghrib

4. Baca do'a ketika berbuka puasa

5. Berbuka puasa segera/diawali (ta'jil) dengan kurma, atau yang manis-manis, atau air putih 

6. Sunat mendahulukan buka puasa dulu, lalu sholat maghrib

7. Memberi makanana kepada orang yang berbuka puasa 

8. Menjauhi kata-kata yang tidak senonoh (tidak baik/tidak pantas) 

9. Memperbanyak : amal kebajikan, sedekah, membaca Al-Qur'an,  Dzikir, membaca Sholawat, dll

10. Memperbanyak i'tikaf di mesjid 

11. Sunat mandi junub sebelum fajar menyingsing

12. Menahan diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas hukumnya) 

13. Menjauhi pakai celak mata 


4.2 Yang Makruh Dalam Puasa 

            Apa itu makruh?, makruh adalah segala hal yang bila dilakukan tidak berdosa dan bila ditinggalkan maka mendapat pahala 

            Hal-hal yang MAKRUH dalam puasa,  diantaranya sebagai berikut : 

1. Berkumur-kumur bersangatan 

2. Mencoba/mencicipi rasa masakan (dengan ujung lidah, lalu dimuntahkan kembali)

3. Berbekam, cacar, disuntik

4. Bersiwak, atau menggosok gigi setelah tergelincirnya matahari 



Sumber Bacaan : 

1. Kitab Ihya Ulumuddin Jilid I,  Imam Al-Ghazali 

2. Kitab Bidayatul Hidayah, Imam Al-Ghazali 

3. Kitab Fathul Mu'in 

4. Trjm Fathul Mu'in 

5. Ad-Du'aul Muyassar, Imam Ahmad Isa Assur 

6. Kitab Durrotun Naashihin 

7. Ilmu Fiqih Islam Lengkap 

8. Fiqih Islam, H. Sulaiman Rasyid

9. Kitab As-Safiinatun Najaa


Catatan : 

- Semoga bermanfaat 

- Yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya dan yang salah dari saya sendiri, untuk itu mohon maaf lahir dan bathin 

- Baarokalloohu lana walakum Aamiin

SHAUM dan BULAN ROMADHON BAG - 3

 SHAUM & BULAN ROMADHON 

Bagian ke-3 

Bersama KH. Ridwan

Tentang : Hal-hal yang membatalkan puasa/shaum, yaitu :

1. Memasukan sesuatu ke dalam lubang atau rongga badan (dengan sengaja), seperti : makan, minum, merokok, dll, (termasuk batal pula, yaitu memasukan benda, jari tangan, dll ke dalam qubul atau dubur, lubang telinga, dan lubang hidung yang melewati tulang pangkal hidung)


Catatan : suntik misalnya di paha, hidung, atau punggung itu tidak membatalkan puasa


2. Muntah dengan sengaja 

(Kalau tidak sengaja, tidak batal) 

3. Haid atau Nifas (bagi wanita) 

4. Jima atau bersetubuh pada siang hari, atau  setelah masuk waktu subuh 

5. Menelan dahak sampai batas makhraj hurup H, atau menarik ingus sampai batas batang hidung

6. Gila walau sebentar 

7. Mabuk dan atau pingsan sepanjang hari 

8. Murtad (keluar dari agama Islam)


Sumber Bacaan : 

1. Kitab "Fathul Mu'in, hal 55 - 57 

2. Ilmu Fiqih Islam Lengkap, hal 329 - 330 

3. Tarjm Fathul Mu'in, hal. 622 - 629 

4. Assafiinatunnija 


Catatan : 

- semoga bermanfaat 

- yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya 

- kritik, saran dan koreksi bagi siapapun sangat terbuka

SHAUM DAN BULAN ROMADHON BAGIAN KE -2

SHAUM DAN BULAN ROMADHON 

Bag. Ke-2

OLEH : KH. RIDWAN [BANDUNG]

Tentang : 

a. Syarat wajib berpuasa 

b. Syarat sah berpuasa 

c. Rukun berpuasa 


2.1. Syarat Wajib Berpuasa 

  1. Beragama Islam
  2. Baligh dan berakal 

Artinya : 

a. Anak-anak yang belum baligh, belum wajib berpuasa tetapi apabila kuat  mengerjakannya, boleh diajak berpuasa sebagai latihan.

b. Berakal = tidak gila  

   3. Suci dari Haid atau Nifas (ini semua bagi wanita) 

   4. Kuasa atau mampu (bukan orang yang sakit atau tua renta yang tidak kuat berpuasa)

Catatan : 

  • Tanda baligh ada 3, yaitu :  

  1. Laki-laki atau perempuan  telah berumur 15 tahun, atau,
  2. Telah mimpi basah (jima) walau baru berumur sekurang-kurangnya 9 tahun.
  3. Pada wanita karena telah keluar darah haid sekurang-kurangnya berumur 9 tahun 

2.2. Syarat Wajib Berpuasa 

  1. Beragama Islam.
  2. Tamyiz (Yaitu bisa membedakan hal yang baik dan buruk) atau (bukan terlalu anak-anak bukan juga orang gila).
  3. Suci dari Haid dan Nifas (khusus bagi wanita).
  4. Tidak pada hari-hari yang dilarang berpuasa (seperti hari Raya Iedul fitri, iedul Adha, hari-hari tasyrik, dll)

2.3. Rukun Berpuasa 

(Rukun puasa yaitu sesuatu yang bila ditinggalkan maka puasanya batal)

Rukun puasa ada 2 (dua), yaitu : 

1. Niat

(Yaitu menyengaja untuk berpuasa) 

Dari Siti Hafsah Ummul Mu'minin, Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barangsiapa yang tidak menetapkan Niat sebelum fajar sidiq, maka tidak ada puasa baginya" (H.R. Al-Khomsah)

2. Meninggalkan segala yang membatalkan puasa mulai dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari (waktu maghrib)

Keterangan : 

  • Untuk puasa wajib, Niat dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar atau kira-kira maksimal sampai waktu imsak.
  • Boleh ditambah Berniat puasa untuk 1 bulan penuh, dengan mengikuti ke Imam Maliki, dengan tujuan apabila lupa niat 1 malam atau lebih maka puasanya sah

Contoh niatnya : "niat saya puasa romadhon satu bulan penuh, fardlu karena Alloh Ta'ala, taqlid kepada Imam Maliki"

  • Untuk puasa sunat boleh dilakukan di pagi hari, asalkan belum makan dan minum 

Referensi : 

  1. Kitab : Assafiinatunnija
  2. Fathul Mu'in 
  3. Trjm Fathul Mu'in hal. 608
  4. Ilmu Fiqih Islam Lengkap hal. 327-328

Tambahan : 

  1. Semoga bermanfaat,
  2. Yang baik dan benar dari Alloh dan rosul-Nya, sedangkan bila ada yang salah adalah dari saya, untuk itu mohon maaf lahir dan bathin, serta ditunggu saran dan koreksinya

Shaum dan Bulan Romadhon

Shaum dan Bulan Romadhon

Oleh : KH. RIDWAN [BANDUNG]

Bagian ke-1

A. Sholat Tarawih dan Tanggal 1 Romadhon 

          IsyaAlloh malam kamis ini, 23 Maret 2023 kita mulai Melaksanakan Sholat Sunat Tarawih  

          Besok (Kamis pagi) mulai puasa tanggal 01 Romadhon 1444 H (sejak terbit fajar sampai matahari tenggelam)

B. Arti Puasa / Shaum

  1. Shaum/Puasa menurut bahasa adalah "menahan" 
  2. Sedangkan Puasa menurut istilah atau definisi adalah "menahan  nafsu dari segala yang membatalkan puasa dari mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan syarat-syarat tertentu"

C. Ketentuan Berpuasa Romadhon 

          Dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 183, Allah SWT berfirman: 

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

“Yaa ayyuhalladziina aamanu kutiba alaikumu-shiyam, kamaa kutiba ‘alal ladziina mingqablikum la’allakum tattaquun.” 

        Yang artinya: “Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu. (Berpuasa) agar kamu bertakwa."

D. Sejak Kapan Mulai Diwajibkan Puasa Romadhon? 

         Perintah puasa Romadhon dalam ayat 183, surat Al-Baqoroh tersebut di atas adalah Bulan Sya'ban tahun 2 Hijrah

     Jadi Rosululloh SAW mengerjakan Puasa Romadhonnya selama 9 kali (sebanyak 9 Bulan) sepanjang hayatnya

   Puasa (wajib) pada Bulan Romadhon merupakan sebahagian ketentuan yang berlaku bagi Umat Nabi Muhammad SAW 

Catatan : 

Jangan lupa malam ini 

  1. Niat berpuasa untuk 1 hari besok (kamis) dan 
  2. Niat berpuasa untuk 1 bulan (taqlid atau mengikuti Imam Maliki)
  3. Mohon maaf lahir dan selamat menyambut bulan suci Romadhon

Referensi : 

  1. Fathul Mu'in hal.54
  2. Tarjim Fathul Mu'in hal 607 - 608
  3. Ilmu Fiqih Islam Lengkap hal. 322
  4. Durrah Al-Naashihin hal. 10

POSTINGAN TERBARU

KHUTBAH JUM'AT | "BULAN SYA'BAN LANGKAH MENUJU RAMADLAN"

"BULAN SYA'BAN  LANGKAH MENUJU RAMADLAN" اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّ...

PALING POPULER

POSTINGAN POPULER